Proses Belajar Mengajar di Rumah selama Libur Sekolah SMAN 1 Sindang

Di tengah situasi pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, beberapa daerah memberikan kebijakan meliburkan sekolah dari tingkat TK hingga SMA selama 4 minggu. Kebijakan ini juga diterapkan oleh SMAN 1 Sindang sejak tanggal 17 Maret 2020 s.d 10 April 2020. Meskipun sekolah diliburkan, kegiatan belajar-mengajar tetap diterapkan dengan pemusatan di rumah. Hal ini mengikuti himbauan Presiden Joko Widodo agar masyarakat melakukan kegiatan bekerja serta belajar di rumah.

Kebijakan ini juga didukung oleh  Pak Sulkhin selaku Kepala Sekolah SMAN 1 Sindang. Menurutnya, sekolah sebagai institusi pendidikan yang mewajibkan siswa berkumpul di satu tempat dapat mempercepat penyebaran virus covid-19. Oleh karena itu, kebijakan ini dapat membantu dalam meminimalisir penyebaran virus covid-19.

Kegiatan pembelajaran para siswa SMAN 1 Sindang dilakukan melalui metode daring. Para guru berkomunikasi dengan siswa melalui perangkat daring tertentu untuk menyampaikan materinya. Pada minggu pertama siswa diberikan materi mengenai segala hal tentang virus covid-19. Siswa diharapkan untuk mampu mengenal serta memahami virus covid-19. Selain itu, siswa juga diharapkan dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari. Pada minggu selanjutnya, materi pembelajaran yang diberikan sesuai dengan mata pelajaran seperti biasanya.

Dari kejadian seperti ini, Pak Sulkhin juga menyampaikan untuk melihat sisi positifnya. “Adanya kejadian ini kita lihat sisi baiknya saja dan tidak perlu terlalu panik,” ujarnya. Pak Sulkhin mengatakan jika kebijakan ini dapat membantu untuk mendekatkan hubungan orang tua dan anak. Situasi seperti ini dapat dijadikan sebagai quality time setiap keluarga.

AdminSasi
Official Blog Site of SMA Negeri 1 Sindang - The House of Champions | Dikelola oleh Tim Terabyte