Memperingati Hari Pahlawan

Minggu, 10 November 2019

Siswa siswi SMAN 1 Sindang memperingati hari pahlawan, bertempat di alun alun disana siswa siswi berpartisipasi mengikuti upacara. Ditetapkannya 10 November sebagai hari pahlawan, didasari keputusan Presiden Soekarno tahun 1959 tentang hari hari nasional yang bukan hari libur.

Latar belakang ditetapkannya hari pahlawan 10 November 1945 merupakan pertempuran antara arek-arek Surabaya dengan tentara Belanda. Peristiwa itu bermula dari kedatangan Tentara Sekutu ke Surabaya pada Oktober 1945, yang dipimpin oleh Jenderal Mallaby.

Mereka melakukan aksi seremonial dengan berjalan ke berbagai sudut kota untuk melihat situasi. Akan tetapi, pada 30 Oktober 1945, perwira kerajaan Inggris itu tewas akibat mobil yang ditumpanginya hangus terbakar. Mengenai penyebab tewasnya Jenderal Mallaby, hingga saat ini masih menjadi perdebatan.

Beberapa sumber menyebutkan Mallaby tewas setelah aksi tembak menembak terhadap penduduk Surabaya. Sumber lain mengatakan, bahwa ia terbunuh akibar granat dari anak buahnya yang berusaha melindungi. Namun, granat itu melesat dan terkena mobil Mallaby. Terbunuhnya Mallaby membuat menarik kemarahan dari tentara sekutu.

Tepat pada 9 November 1945, tentara sekutu mengeluarkan ultimatum kepada warga Surabaya melalui selebaran kertas. Ultimatum tersebut berisi tuntutan agar warga Surabaya menyerahkan semua senjata kepada tentara Sekutu sebelum jam 06.00 pagi hari berikutnya, 10 November 1945. Namun, warga Surabaya menolak tuntutan itu.

Pertempuran antara kedua pihak pun tak terelakkan. Pertempuran yang berlangsung lebih dari tiga minggu itu memakan ribuan korban jiwa di pihak Indonesia. Jadi, sebagai bangsa Indonesia harus memperingati hari pahlawan, seperti halnya kita bisa mengenang dan menghargai jasa jasa para pahlawan yang dulu sudah bersusah payah membela dan mempertahankan Indonesia hingga sampai saat ini.

AdminSasi
Official Blog Site of SMA Negeri 1 Sindang - The House of Champions | Dikelola oleh Tim Terabyte